Antara “Ghoz” dan Zali” Part 1

Antara “Ghozz” dan “Zali”

Dahulu kala, sekitar tahun 1986 lahirlah seorang bayi dan terdengar tangisan bayi tersebut yang sangat keras, sangkin kerasnya pohon-pohon bergoyang ditiup angin, ombak-ombak menghempas karang, dan gunung-gunung meletus mengeluarkan larva pijar. Bayi imut itu sungguh menggemaskan, dari bayi saja telah menampakkan kharismanya sebagai pria sejati. Haha.

Kemudia bayi itu diberikan nama yang juga luar biasa. Ntah berapa ekor kambing yang jadi korban sebagai penebus nama “Akhmad Ghozali” tersebut. Lalu sebagai panggilan kecilnya dipilihlah nama “zali” oleh kedua orang tuanya. Ternyata pada pertumbuhan dan perkembangannya anak ini menjadi begitu manja pada kedua orang tuanya, maklum waktu itu dia anak paling bungsu diantara ke 3 saudaranya. Segala kemauannya harus diturutin, suka merajuk jika keinginannya tidak terpenuhi. Jadi teringat, pernah suatu ketika sang ayah ingin pergi ke P. Brandan (rumah kakek dan nenek). Tapi karena gak diajak akhirnya bocah kecil itu menangis meraung-raung didepan rumah sebagai senjata saktinya. Dan akhirnya, diapun diajak pergi.

Memasuki SD, ada peristiwa yang tak pernah dilupakannya, waktu itu dia yang sedang duduk di kelas 1, kakak pertama kelas 6, abang pertama kelas 5, dan abang kedua di kelas 3 pergi bersekolah, kebetulan mereka satu sekolahan, ada juga seorang teman lagi bernama alm. Dedi antoni (anton). Pagi itu seperti biasa, mereka berangkat bersama. Kemudian disuatu persimpangan ada jembatan kecil, dan dihadapan mereka telah menggonggong “anjing” yang sangat galak. Emang sih tuh “anjing” sering banget menggonggong saat ada orang yang lewat, biasanya sih Cuma dalam pagar rumah seseorang. Tapi kali ini, anjing itu berada diluar dan tidak terikat, sehingga abang kedua dan alm. Anton telah berlari duluan menghindari si “anjing”. Yang naasnya, zali yang ketakutan pun mengingat2 jurus sakti menghindar dari anjing yakni “berjongkok”. Kabar2nya dengan berjongkok anjing akan mengira (emang dia less matematik) orang yang berjongkok tadi mengambil sebongkah batu buat melemparnya. Tapi ternyata rumus itu tak berhasil kali ini, dan Gubrakkk!!! Si anjing menerkam zali dengan ganasnya sampai terjerembab dijembatan itu. Beruntung sang empunya rumah yang mengetahui hal tersebut langsung memanggil anjingnya, dan membawanya masuk ke halaman rumahnya.

Zali yang terjerembab tadi, shock banget (nangis gak ya waktu itu??? Lupa). Dari sanalah cikal bakalnya dia agak Parno dengan yang namanya anjing. Kalau ngeliat anjing udah kayak serigala yang siap untuk mencabik-cabik mangsanya. Walau pada perkembangannya setelah mengetahui trik-trik lainnya seputar anjing, dan waktu ngekos zaman-zaman kuliah tepatnya di sekitaran gang lampung banyak banget anjing, jadi udah terbiasa dengan gongongannya. Malah tak jarang dia yang gak mau kalah balik menggonggong. haha.

Memasuki zaman smp / Mts, panggilan zali mulai memudar, karena ada teman sering manggil “lik” maka jadilah zali mendapat julukan “Kelik sang pelipur lara”. Haha, aneh juga emang…. nama kelik itu terinspirasi dari pelawak yang berasal dari Jogja kalau gak salah yang waktu itu cukup populer. Gak ada yang spesial sih waktu di Mts, tapi yang paling berkesan adalah dulu ada Preman sekolah, kalau gak salah namanya erwin, yang sering banget malakin anak-anak di sekolahan. Badannya sih emang waktu itu paling gede, bersama assistennya dia memalakin semua orang tak terkecuali, waktu itu emang anak kelas 1 dan 2 dipisah lokasi sekolahnya dengan kelas 3, padahal di kelas 3 itu ada abangnya yang kedua. Si kelik kelas 1 dan si preman kelas 2. Jadilah si “kelik” menjadi korban pemerasan. Mungkin sampe sekarang masih banyak juga oknum-oknum pelajar yang merasa jagoan dan mengintimidasi siswa yang cupu-cupu kayak si “kelik” ini. Yang menjadi lucu adalah nih preman aneh banget, karena dia menentukan tarif dari setiap korbannya. Kalau gak salah Rp 100,-/orang. Waktu itu si kelik sedang gak punya uang cepek (baca : 100). Yang ada di sakunya uang Gopek-an (baca : 500). Terjadilah dialog antara mereka “bang, gak ada uang cepek neh….” lalu dia menjawab, “ini ada kembaliannya”. Nah lho, keren kan, sepertinya dia jenis pemalak yang baik hati. Karena tidak mau menguras seluruh harta korbannya, mungkin dia masih punya “hati nurani”. Haha. Ntah bagaimana nasibnya tuh si pemalak, apakah jadi preman besar, atau jadi sampah masyarakat, atau menjadi orang baik-baik. Tapi kemarin pernah liat assistennya yang sepertinya udah taubat dengan profesinya sebagai tukang becak. *kasihan yah…. (bersambung)

Post Power Syndrom (PPS)

Post Power Syndrom

  • Definisi (menrut Gw)

Post Power Syndrom  (PPS) itu adalah sebuah gejala yang terjadi pada diri karena kehilangan “power” atau kekuasaan/kekuatan atau kegiatan yang biasa kita lakukan sehari-hari. Efek yang dihasilkan dari PPS itu kebingungan, hilang orientasi, perasaaan hampa seperti ada yang hilang pada diri kita, bahkan tak jarang jika tak diantisipasi akan mengakibatkan si penderita menjadi stress dan bisa pula meningkan menjadi depresi.

  • Siapa saja yang bisa terkena

Orang yang rentan terhadap PPS ini adalah mereka yang telah memasuki masa-masa pensiun, ini disebabkan karena mereka telah terbiasa dengan kegiatan kerja yang rutin yang mungkin padat, bahkan mungkin memiliki jabatan sehingga pada saat mereka pensiun maka ada kekhawatiran apa yang akan dilakukan ketika pensiun, siapa yang bakalan yang bisa di suruh-suruh, di perintah-perintah, dan dimarah-marahin dan juga faktor “salary” yang pastinya akan berkurang secara drastis. Namun sekarang PPS ini juga bisa terjadi pada orang yang kehilangan “Jabatan”, kehilangan “Lokak Basah” atau juga “Kehilangan Kesibukan” (biasa sibuk sekarang tidak lagi). Biasanya Sarapan di Indonesia, Makan siang di Singapura, dan Makan malam di Eropa, bisa beli ini itu, dan kegiatan foya2 lainnya. Maka sekarang harus bisa menahan diri. Contoh kongkrit PPS terjadi pada Ayah saya, pada awal-awal pensiun dia merasa masih bekerja shift2an, kegiatan rutin yang biasa beliau lakukan pun kadang tanpa sadar beliau lakukan “raso2 masih kerja”. Kadang juga bingung apa yang harus dilakukan, karena biasanya seabrek aktifitas. Dan juga sempat minder dengan penghasilan yang turun jauh drastis. Biasanya bisa mengantongi sekitar 5-7 jt perbulan plus bonus sana sini, sekarang hanya hitungan dibawah 2jt saja. Tapi sepertinya beriring waktu, beliau sudah menerima keadaan, dan melakukan banyak aktifitas lainnya seperti berkebun, beternak, ikut pengajian dsb. Walau tetap saja masih teringat2 masa jaya2 dulu.

  • Faktor Resiko

Faktor resiko yang menyebabkan timbulnya PPS seperti yang saya jelaskan tadi, Pensiun, Kehilangan Kesibukan, Jabatan dan lainnya.

  • Terapi

Sebenarnya PPS bisa kita cegah terlebih dahulu sebelum terjadi dengan mencari aktifitas alternatif jika Faktor Resiko yang telah disebutkan di atas terjadi. Banyak sekali aktifitas yang lainnya yang bisa anda lakukan, tidak hanya monoton seperti yang anda lakukan sebelumnya. Namun jika PPS terlanjur terjadi pada diri kita maka terapi yang cocok adalah :

  1. Kita harus legowo / nerimo dengan kondisi yang ada sekarang, bahwa semuanya tak ada yang abadi di dunia ini. Tak ada yang tetap, semua berubah. Maka, jangan pernah takut akan perubahan, emang anda mau sampai jompo kerja??? Enggak kan, jadi nikmatilah masa-masa rehat anda.
  2. Senantia berfikir dan melakukan hal-hal positif. Dengan demikian anda tidak merasa terbebani. Misalnya ketika anda tak jadi “pejabat” lagi, maka berfikir positif lah bahwa “jabatan” itu amanah, mungkin jika kita terus yang menjabat maka akan memberikan mudharat kepada diri sendiri dan orang lain, jabatan itu juga amanah sehingga bisa saja ketika anda masih menjabat anda bisa mengkhianati amanat tersebut. Dan lakukan hal positif seperti tetap bekerja sebaik mungkin sama atau bahkan lebih baik pada saat anda menjabat. Tingkatkan kinerja anda, siapa tau anda bakalan dipercaya kembali pada jabatan yang sama atau bahkan lebih baik lagi.
  3. Mencari kesibukan lainnya, masih banyak kegiatan yang bisa membuat anda merasa berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat bahkan nusa dan bangsa (lebai). Jangan sampai anda berlarut-larut dengan kondisi sekarang. Anda bisa jadi penulis, membaca banyak buku yang sebelumnya belum sempat anda baca, mengunjungi tempat-tempat yang indah, bercocok tanam dll.
  4. Dekatkanlah diri anda kepada Sang Pencipta anda, sesungguhnya Alam Semesta ini miliknya, rezeki juga Dia yang mengaturnya. Jadi memohonlah untuk kebaikan diri anda di Dunia dan Akhirat. <<<End>>>

Perhatian :

Tulisan ini bukan tulisan ilmiah, dan tak bisa dijadikan rujukan/referensi.

Haru

Haru

Beberapa hari ini saya memperhatikan ada rekan kerja yang sepertinya begitu terpukul akan keputusan atasan untuk menggantikan posisinya kepada orang lain. Bagai kesambar petir mungkin perasaan yang dirasanya. Sementara rekan lainnya yang ditunjuk sebagai pengganti juga kebingungan karena merasa tugas yang diberikan begitu berat. Saya juga sempat bingung bersikap seperti apa, mau ikutan sedih kah, atau malah bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Tapi hal itu tetap saja terasa aneh. pada waktu turunnya SK tersebut saya gak berani menatap langsung wajah beliau, namun dalam sekilas terlihat matanya yang memerah dan masih ada bekas-bekas air mata dipipinya. Wajahnya juga terlihat lusuh, sembab dan kebingungan, menunjukkan kesedihan yang mendalam. Dan sebagai rekan kerja yang baik saya tetap memberikan semangat kepada rekan kerja yang posisinya digantikan tersebut. Karena pada beberapa kesempatan beliau juga sering memberikan nasehat kepada saya, dan juga udah banyak membantu saya. Kemudian saya memberanikan untuk meng-SMS beliau. Isinya sebagai berikut :

“assalamualaikum, mbak saya gak tau harus bersikap apa, tapi sebagai adik saya Cuma mau bilang…. kan mbak juga sering mengingatkan menasehati saya ‘jabatan itu amanah’ jadi kalau yang menitipkan amanah itu mau mengambilnya kembali, ikhlaskan saja, saya juga teringat dengan kata-kata aa’ gym, kalau perihal dunia ini diletakkan ditangan saja. Jangan dihati, sehingga saat kita merasa merasa kehilangan kita bisa melaluinya. Saya berdoa moga Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik dari ini, dan memberi mbak kekuatan untuk melaluinya. Bumi Allah SWT masih sangat amat luas. Rezeki kita juga udah ada masing-masing. Jadi gak bakal ketuker. Maaf kalau kata-kata saya menyinggung dan terkesan menggurui. Sama sekali tidak ada maksud seperti itu. Wassalam. By theghozz”

Sms yang panjang banget kan? Ngetik diHPnya aja capek, belum capek mikir kata-kata yang tepat. Kadang aku berfikir, umur masih seperempat abad tapi kok pemikiran udah 40 tahunan, untung wajah masih 17an. Haha. (Boong Banget!)

Kronologi kejadian: Sebenarnya hari rabu (18/1) saya udah mendapat kabar duka tersebut, karena pada awalnya saya adalah orang yang dianggap mampu untuk menggatikan beliau, sehingga waktu atasan menawarkan (lebih tepatnya memerintahkan) saya untuk mengisi post tersebut namun saya meminta waktu untuk berfikir, karena bisa dipastikan saya akan merasa gak enak hati, karena udah ngambil job orang lain yang kebetulan orang tersebut cukup berjasa bagi saya. Penolakan juga sudah saya utarakan, dengan mengatakan “kenapa tidak diberi kesempatan untuk satu periode lagi??? Saya juga kurang suka dengan kerjaan yang rutin, saya senang dengan kerjaan yang merangsang otak buat mikir, mengkonsep, menciptakan yang gak ada menjadi ada” namun alasan tersebut tidak bisa menggoyahkan pendirian atasan tersebut, sehingga saya kembali mengatakan “saya minta waktu berfikir dan mau konsultasi dengan orang tua karena bagi saya restu atau ridhonya orang tua itu akan membuat perjalanan hidup saya akan berkah. toh jika tidak ada opsi untuk menolak dan saya tetap ditunjuk maka saya akan menjalankan laksana pajurit yang diperintahkan komandan untuk memimpin pertempuran (cieileee, bahasa mu boi). Siap sedia dan memberikan kemampuan terbaik yang saya punyai. Saya pun diberikan waktu 1 hari untuk berfikir.

Sore harinya saya mulai mengaktifkan modus “TM” dan bersiap untuk menelphon orang tua, setelah saya jelaskan kepada mereka secara detail, dan konsekuensi yang mungkin terjadi maka mereka mensupport apapun pilihan saya, tak lupa saya juga minta didoakan. Pada 2/3 malamnya saya bermunajat kepada yang Mpunya diri ini, Zat Maha Kuat, Sang Khalik untuk mengadukan permasalahan saya, saya mengambil opsi melakukan shalat Istiqharah dan kayaknya itu untuk pertama kalinya (kedua kalinya untuk menentukan jodoh kayaknya, haha). Karena saya emang dalam posisi “nothing to lose” alias pasrah. Memohon kiranya biar Allah Azzawajalla saja yang memberikan pilihan terbaiknya bagi saya dan doa sakti pun keluar “Ya Rabbi, jikalau menempati posisi itu baik bagi hamba, maka berikanlah hamba kekuatan untuk melaksanakannya, dan jika Kau merasa itu buruk bagi Hamba maka gantilah dengan yang lebih baik bagi hamba dari padanya”. Tanpa terasa air mengalir begitu saja membasahi pipi (dasar cengeng lu).

Frend, menyerahkan pilihan terbaik kepada Allah itu merupakan seatu hal yang luar biasa. Karena bukankah Dia yang menciptakan kita? Yang memberikan dan mengatur Rezeki kita? Sehingga Dia-lah yang lebih tau apa yang terbaik buat kita. Dalam sebuah Ayat AlQuran Surat Al-Baqarah ayat 216 “……, tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Jadi gak ada salahnya kalau kamu memiliki masalah dalam menentukan pilihan, maka sebaik-baik tindakan yang kamu lakukan adalah menyerahkan masalah tersebut kepada Allah SWT dan biarkan DIA juga yang menentukan terbaik bagi kita. Tapi emang bener2 bingung dan pasrah yang, kalau di persentasikan 50 : 50, kalau kita udah condong pada satu pilihan maka shalat sebanyak apapun hasilnya akan sama, kita akan memilih yang memang kita condong padanya. (itu kata ustadz di sebuah pengajian).

Dan…… tara…. keesokan harinya saatnya penentuan sikap, semalam juga udah mikir jawaban yang tepat untuk sang atasan. Nunggu-nunggu dipanggil dengan perasaan cemas, tapi kok gak dipanggil2, sampe saya lihat tuh para atasan lagi berdiskusi alot, dan salah satu atasan lain (bukan yang menawari job diatas) yang “cukup saya kagumi karena kinerjanya walau berbeda keyakinan dengan saya, agak cerewet tapi bentuk cerewet itu saya terjemahkan bahwa dia sangat care dengan bawahan, sama kayak orang tua kita yang sering memarahi kita, bukan karena benci tapi lebih ke-sayang dan memberikan teladan yang baik” menyamperin saya, dan berkata bahwa saya tidak jadi dipilih karena saya masih dibutuhkan buat kerjaan yang lain. Sehingga saya dirasa kurang pas kalau ditempatkan di post itu. Ahh, ini tandanya, doa saya terkabul, jawaban atas kekhawatiran. Dengan perasaan saya tersenyum dan berkata Alhamdulillah. Dan sebagai gantinya dipilihlah orang yang lebih kapabel dan lebih baik dari saya (menurut mereka). Yang penting saya gak jadi terpilih…. yiihaa….

Beberapa hari berselang, tepatnya hari senin (24/1), SK pun turun dari Direktur, dan terjadilah apa yang terjadi (seperti diawal tulisan). Saya juga memberikan wejangan wejangan kepada rekan yang baru saja ditunjuk agar bekerja lebih baik lagi dan lebih teliti lagi. Jangan sampai mengecewakan orang-orang yang telah percaya dan memilihnya. Jangan mengulangi kesalahan yang mungkin pernah terjadi sebelumnya. Semuanya bisa dipelajari asal mau belajar.

Kesimpulan :

  1. Siapkan diri kita untuk setiap kondisi yang mungkin terjadi pada diri kita. Luaskan hati kita seluas Danau, maka segenggam garam masalah yang menimpa kita hanya akan berasa hambar, namun jika luas penampang hati kita Cuma seluas cangkir, maka bersiaplah untuk merasakan asin bahkan pahitnya segenggam masalah yang kita hadapi. Arif lah dalam mensikapinya.
  2. Jangan pernah Khianati kepercayaan orang yang telah mimilih anda, anda harus bekerja lebih baik lagi atau paling tidak sama dengan kinerja sebelumnya.
  3. Setiap pilihan yang kita hadapi sebaiknya kita meminta restu orang tua dan meminta petunjuk kepada Sang Khalik untuk memilihkan yang terbaik bagi kita.
  4. Sesuatu hal yang baru emang membuat kita kadang merasa gak sanggup untuk melakukannya, tapi yakinlah jika mau belajar pasti akan mudah pada akhirnya.

Manusia Galau

Manusia Galau

Ada yang bilang begini “ghoz, kenapa sih lu suka banget GALAU???” atau dilain kesempatan ada juga yang comment “jangan sering-sering galau ghoz, ntar kena penyakit apalah gitu sy juga lupa”. Di lain kesempatan sy pernah nanya ama seorang teman “boleh gak sih galau di jejaring sosial media”, dengan tersenyum dia menjawab “ya gak apa-apa, itu kan Akun mu”. Mungkin sebenarnya dia juga merasa aneh kali yak, ni lanang kok galau sepanjangan. Kentara banget gak lakunya…. :)

Emang sih frend, kayaknya balakangan2 ini lagi marak-maraknya virus “GALAUISME” yang menyebabkan penyakit “GALAUITIS”. Virus yang bermutasi dari virus VMJ tipe Z ini, telah menyerang bukan hanya kalangan remaja, tapi anak2, orang dewasa, orang tua, bahkan tak jarang ditemukan “suspect” pada lansia (kakek/nenek gaul). Dengan status Single, Inrelationship, engage, bahkan married apalagi yang mengakui sedang berstatus JOMBLO. Cara penularannya pun sangat cepat melalui media-media jejaring sosial dan jaringan telekomunikasi, dengan masa inkubasi yang relatif sebentar. Bahkan sekarang sudah begitu mewabah dengan tingkat prevalensi yang melebihi ambang batas. Sorry cuy kl bahasanya terlalui ilmiah, maklum mantan mahasiswa kesehatan yang kalau datang telat, masuk ruangan nunggu absen lewat, tanda tangan, karena pelajarannya membosankan lalu keluar dan tidur-tiduran dimushalla (anak mushalla man!). tapi meski demikian tetep keluar dengan IPK yang berpredikat CEME LUDE (baca : kemelut).

Trus, gimana sih mendeteksi secara dini orang yang terkena virus “GALAUISME” ini??? Apakah ada gejala2 umum yang bisa dilihat secara langsung? Nah, kalau anda melihat orang yang bertampang sendu, trus rambut agak acak-acakan, dengan tatapan mata yang telihat kosong, kumis dan jambang dibiarin panjang, terus menerus memegang HP merk BB, dan kadang-kadang tersemyum gak karuan, maka pastikan orang tersebut sedang terkena virus “GALAUISME” Stadium I, namun jika sudah lebih jauh dari itu, misalnya nyanyi2 lagu “METAL alias Melow Total alias Melayu Total, kemudian duduk diatas atap rumah, pohon beringin, jembatan, kemudian memandang jauh kelangit, ini sudah termasuk Virus GALAUISME telah masuk Stadium II, dan jenis GALAUISME Stadium III dengan Gejala Klinik Susah tidur malam (insomnia) sambil bolak-balik update status “sendiri”, “aku yang tersakiti”, “G4k 6is4 T1Dur K4r3n4 M1k1r1n K4m1u”, “3l0 …. GW…. 3nd”, “andai kamu ada disini” dan status2 4l4y lainnya. Trus suka majang PP dengan Pose Close Up sambil manyun-manyunin bibir, menaik turunkan alis, diambil agak keatas, atau menulis-nulis nama dipantai dan bermain-main pasir, senyam-senyum sendiri dan kemudian nangis tanpa alasan yang jelas, dan yang paling lucunya jika ngeliat hujan langsung berkata “hujan kali ini mengingatkanku padamu”, ngeliat pelangi “ada pelangi bola matamu”, “ngeliat anak kecil serasa jadi emak atau bapaknya”, ada juga yang berkata “bapak kamu tukang Ledeng ya? Kok tau ? karena kau telah melancarkan cinta yang tersumbat di hatiku”. Untuk jenis “Galauisme” stadium ini maka perlu theatment kusus. Dan biasanya orang yang terkena galau stadium akhir ini adalah orang-orang yang menisbatkan dirinya sebagai “JOJOBA alias Jomblo-jomblo (gak) Bahagia”.

Pada penderita harus segela di isolasi keruangan khusus dan diberikan obat sejenis tropika bernama “cinta”. insyaAllah, kalau diminum dengan dosis yang pas yakni 3 kali dalam 1 jam, maka akan mengurai potensi galau untuk kambuh. Dan orang seperti ini sudah cocok untuk dipertemukan dengan tulang rusuknya yang hilang.

Tapi gays, sebenarnya Virus Galauisme ini bisa digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti saya misalnya, menjadikan galauisme sebagai alat untuk membuat orang lain ketawa, karena ntah mengapa kita ataupun orang lain senang banget mentertawakan ke”galauan” orang lain. Jadi kalau kita bisa menghibur orang berati kita sudah membuat orang bahagia, dan membuat orang bahagia itu “BERPAHALA” lho…. dan ada juga yang mengatakan kalau “GALAU itu singkatan dari God Always Listening Always Understanding” jadi kita gak pernah putus asa kalau misalnya cinta lo di tolak dah 1000 kali, trus udah diputusin 2563 kali, udah menyandang Jomblo semala Puluhan tahun, dan udah obral 100% tetapi gak ada yang mau ngambil. Jangan malah sebaliknya lo mengakhiri ke “GALAU”an mu kehal-hal yang negatif seperti ngedrug, miras, atau malah lompat ke jurang.

So, kesimpulan dari pertanyaan di atas yang mengatakan kenapa sy selalu galau adalah karena saya ingin “MENYENANGKAN HATI ANDA SEMUA WALAU SEBENARNYA DARI LUBUK HATI SAYA YANG PALING DALAM ITU MERUPAKAN SIKSAAN BATIN”. Haha…. Kidding!!! I’m Happy, Hiyaa!

Negosiasi Cinta Part II

Oke, begini…. Seseorang siapapun itu bisa saja diajak bernegosiasi atau bahasa lainnya kompromi, untuk mendapatkan sebuah kesepakatan. Dalam hal cinta, anda bisa melakukannya juga. Misalnya, anda tertarik dengan seorang wanita/pria yang menurut anda ideal. Kemudian anda berusaha untuk mendekati dirinya dengan berbagai macam cara untuk menarik perhatian. Tapi kemudian, pada perjalanannya cinta anda belum atau bahkan sempat ditolak oleh sang kekasih. Lantas apa yang harus anda lakukan? Bunuh diri, gantung diri, lompat dari mall lantai 100, atau berdiri diatap KRL, dan terjun, atau berdiri di tengah2 jalan tol, atau minum bayg*n, atau menyayat2 urat nadi, dan yang lebih keren “harikiri dan harakanan”. Saya tidak menganjurkan hal-hal diatas, karena itu sama dengan “konyol”. Emang dengan melakukan hal2 tersebut akan membuat anda mendapatkan sang kekasih??? Saya rasa tidak, tapi kayaknya anda didatangi malaikat maut dan rekannya2 untuk dibawa ke salah satu pintu neraka. Karena anda telah menyia-nyiakan nyawa yang merupakan pemberian Sang Khalik dan telah berputus asa atas rahmatnya.

Maka yang perlu anda lakukan adalah ….. toret …. toret…. (bunyi terompet).

Bernegosiasilah dengan sang kekasih, Ngebrel-ngebrelah, tanya apa yang dia inginkan dan senangi, pernah liat gak iklan salah satu provider GSM dimana ada seseorang yang mengikuti isi status orang lain yang dia senangi lewat jejaring sosial media. Dia rela melakukan apa aja sesuai dengan status itu, saat sang kekasih menginginkan dan senang melihat cowok pake skinny jeans maka tanpa sungkan2 dia memakainya walau secara postur tubuh gak “pantes”. Bahkan saat sang kekasih senang melihat super hero maka dia juga bergaya bak superhero kesiangan, tapi akhirnya…. dia berhasil mendapatkan hati sang kekasih. Itu lah “pejuang cinta” sejati. Gak mudah menyerah dan putus asa. Menggunakan berbagai macam cara untuk cintanya.

Hati manusia itu bisa kok diluluhkan, asal kita benar2 telah berusaha sebaik mungkin. Menunjukkan perhatian kita, kesungguhan hati kita, apalagi ama yang namanya “wanita”. Gak adalah wanita didunia ini yang gak bisa diluluhkan, asal anda bisa meyakinkan si dia akan kesungguhan cinta anda. Bahkan jika dia memiliki kriteria-kriteria tertentu yang tidak anda miliki, itu semua bisa dilupakan saat melihat anda bersungguh-sungguh. Karena wanita pada dasarnya ingin dicintai, diperhatikan, dilindung, dan diayomi. Jadi ingat lagunya mas “Ari Lasso” yang berjudul “Rahasia Wanita”. Salah satu liriknya adalah “sentuhlah ia tepat dihartinya, dia akan jadi milikmu selama, sentuh dengan sepenuh cinta, buat hatinya terbang melayang”. Toh jika “takdir” menentukan lain, dan anda tetap ditolak maka ya sudahlah, berarti emang bukan jodoh kita. karena hanya “takdir” yang kita gak bisa menang melawannya. Dan ingat masih banyak rumput hijau yang lainnya kok….

bagi anda yang baru merancang untuk membangun sebuah perahu bernama “pernikahan” dan telah menemukan sosok yang tepat, maka anda perlu bernegosiasi tentang apa-apa yang ingin anda lakukan di kemudian hari, anda harus merancang “perahu” seperti apa yang ingin anda buat, hanya pakai dayung sebagai penggeraknya, atau makai layar, atau pakai mesin biasa, atau pakai mesin turbo jet, dan lain sebagainya. Setelah itu tentukan tujuan-tujuan yang ingin anda capai pada pernikahan anda, dan ingin endingnya dimana dan seperti apa. Itu perlu dilakukan agar anda dan calon pasangan anda tidak salah arah dalam mengarungi samudra kehidupan nantinya.

Dan Bagi anda yang telah memiliki pasangan (Suami/Istri) maka sering-seringlah melakukan negosiasi cinta. Karena jika hal itu tidak anda lakukan maka, anda harus siap-siap dihadapkan kepada perceraian/perselingkuhan/pertengkaran toh jika anda tetap bertahan hanya akan menyisakan ketersiksaan batin. Banyak pasangan yang lupa akan cintanya ketika saat mereka pacaran, atau janji-janji mereka sebelum menikah. Mungkin karena kebosanan juga datang melanda, sehingga ketika menemukan sesuatu yang baru kita mulai beralih kepada yang lain. Bentuk-bentuk negosiasi seperti apa yang harus kita lakukan??? Penulis sih blm menikah, tapi setidak-tidaknya dari hasil observasi dari orang-orang yang langgeng pernikahannya dan juga orang-orang yang akhirnya memilih berpisah. 1. Ingat-ingat kembali masa-masa indah saat kita dulu berpacaran (bagi yang berpacaran), atau bagi yang tidak, maka ingat perjuangan anda mendapatkannya. Dan jangan sungkan untuk mengulanginya kembali agar anda senantiasa teringat, misalnya dulu ketika pacaran anda senang makan disebuah tempat favorite, atau mengunjungi tempat-tempat tertentu yang berkesan, dsb. 2. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta anda kepada pasangan anda, tunjukkan perhatian anda, dan jangan pernah berubah dalam memberikan pujian-pujian kepada pasangan anda. 3. Buatlah diri anda semenarik mungkin, karena banyak orang-orang setelah menikah dan memiliki anak acuh dengan penampilannya. Dulu sering memakai wangi-wangian sekarang bau asap, minyak angin, kenyong-nyong, koyo dan temannya. Dulunya rajin berdandan dan merawat diri sekarang tampil “terlalu” natural. Sehingga kemungkinan besar pasangan anda melirik orang lain karena anda dengan penampilan yang “gak banget. 4. Perbaharui kembali komitmen anda, tujuan anda menikahinya, dan hal-hal lainnya sehingga anda akan berfikir satu juta kali untuk meninggalkan anda. 5. Ingatlah kembali jasa2 istri anda yang telah menyiapkan kebutuhan pokok lahir dan batih anda, mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan dan mendidik anak2 anda. Ingat juga jasa suami anda yang telah memberikan anda nafkah lahir dan bathin, kerja banting tulang peras keringat untk membeli rumah, kendaraan, perhiasan dan perabotan lainnya. Jangan menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepada anda. Dengan negosiasi2 diatas, InsyaAllah akan memperkecil ruang untuk anda mengalami hal-hal yang buruk. <<<end>>>

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.