A Gift ….

Sob, aye rasa kita semua pernah menerima sebuah hadiah…. ntah itu dari orang tua, saudara, keluarga, sahabat, teman, gebetan, dan banyak lagi. Pasti saat itu adalah moment yang paling membahagiakan. tak salah Rasulullah Muhammad SAW menyuruh kita untuk saling memberi hadiah, karena dari saling memberi hadiah itu membuat ikatan emosional atau persaudaraan diatara kita menjadi semakin kuat.

Nah, Saya juga seperti itu…. seingat saya hadiah pertama yang saya terima adalah sebuah sepeda sejenis BMX pada waktu saya kelas 3 atau 4 SD. wah, rasanya saya gak terpisahkan dengan sepeda tersebut, walaupun harus jatuh bangun untuk bisa mengendarainya. Lalu, Pernah juga sewaktu ulang tahun saya yang ke 17 kalau tidak salah, dapat hadiah dari teman-teman sekolah di SMANSA Binjai, ada gantungan kunci, Gelas, Jam Waker, dll. Sewaktu Kuliah juga pernah ada yang memberi Topi Rimba, Jam Tangan dan Jam Waker (kebanyakan ngasih jam). Mungkin mereka merasa saya suka telat orangnya jadi pantes dikasih jam…. hehe. Nah, satahun terakhir ada memberi hadiah dan cukup terkesan dengan hadiahnya, bukan apa hadiahnya, tapi makna hadiah tersebut. Sebuah Gelas terbuat dari semi kaca-plastik warna biru dengan tulisan “I’m Gentlement”…. Apalah motivasi yang ngasih neh…. Mungkin aye kurang Gentle kali yak… ehm…. ada-ada aja. yah, begitulah… dan akhirnya hari ini dapatpaket hadiah dari seorang teman nun jauh disana. Sebuah Kaos yang bagus dan warna itu loh yang bikin aye senyum sumringah. Biru coy…. awalnya sih iseng, karena emang waktu itu ada moment Sea Games di Palembang. Jadi Sayang Rasanya gak punya pernak-perniknya (kan moment langka), jadi waktu itu chat dengan seorang teman minta dibelikan salah satu souvenirnya, ntar biayanya aye transfer. tapi karena kebaikan hatinya, Kaos itu menjadi Gratis (tampang gratisan). hmm…. walaupun cukup lama menunggu dengan cemas, antara jadi atau engga…. Rezeki emang gak kemana2 kok…. Thanks Ya buat Teman yang dengan Kerelaan Hati memberikan hadiah ini…. Moga Allah Azzawajalla membalas dengan yang lebih baik…..

Mencintai yang Pantas

Cintailah orang yang memang pantas untuk anda cintai, dan jadilah anda orang yang pantas untuk dicintai. Itu akan membuat hidup anda, InsyaAllah bahagia untuk selamanya. Namun tak jarang, seseorang mencintai sesuatu atau seseorang dengan syarat, ketentuan, kriteria-kriteria khusus. Misalnya, harus kaya raya, harus cantik/tampan, harus keturunan bangsawan, harus anak Teknik misalnya, sampe ada anekdot “mertua bijak Milih Manantu TekniK” ada juga “mertua bijak pilih menantu pajak” dan kondisi-kondisi lainnya. Baik dari yang rasional, sampe yang gak masuk akal dan nalar. Mulai dari harus RAS ini, SUKU tertentu, Jangan Orang ini, Jangan Orang itu dan banyak lagi alasan lainya. Menurut Penulis (theghozz) sih, kondisi-kondisi tersebut tak menjanjikan apapun. Apa ada yang menjamin menikah dengan orang kaya, cantik/tampan, keturunan bangsawan, sesuku, sedaerah dan lain-lain itu akan Pasti menjadi Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah??? terhindar dari pertengkaran, perceraian, perselinguhan. Kecantikan dan Ketampanan akan memudar, maka saat itu terjadi maka orang-orang yang mendewakan rupa yang cantik dan tampan mulai kehilangan akan cintanya, yang kaya bisa saja jatuh miskin, atau kekayaannya tidak membawa kebahagiaan baginya. Sibuk mengurusin harta lupa dengan keluarga. So, apa yang membuat anda, saya, dan kita layak untuk dicintai??? Pertama : jauhkan diri anda dari kriteria-kriteria cinta yang bersifat material, supervisial, menjadi kriteria yang sifatnya lebih ke spiritual dan kematangan emosional. Misalnya orangnya shaleh dan shalehah, shaleh shalehah bukan cover aja, tapi memang bener2 terjaga akhlaknya, karena pada orang-orang yang bener2 shaleh/sholehah akan selalu menjaga ketaatan kepada Penciptanya, melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhkan apa yang dilarang oleh Tuhannya. Bukan kan itu hakikat cinta yang paling tinggi??? Orang yang mencintai Tuhannya tahu betul arti cinta, Karena Cinta itu adalah Pengorbanan waktu, harta, bahkan nyawa untuk yang dicintai, burusaha menyenangkan hati dan memberi perlindungan terhadap apa-apa yang dicintai. Atau kriteria kematangan Emosional misalnya, Jujur, Penyebar, Penyayang, Sederhana, pengertian, antusias, perduli, enak diajak sharing, solutif dan sifat2 interpersonal baik lainnya. Bukan kah semua kita ingin mendapatkan orang-orang yang memiliki sifat diatas??? Maka untuk menjadi pribadi yang layak untuk dicintai maka pondasi yang anda bangun adalah dengan sifat-sifat di atas. Pondasi itu kokoh, bagai karang menghujam dilautan, pohon yang mengakar kebawah dan menulang tinggi, yang tak mudah untuk rusak/rubuh walau badai menghantam, setidaknya presentasi terjadinya hal-hal buruk bisa diminimalisir. Kedua : Mulailah menganalisa diri dan orang yang anda cinta itu dengan kriteria diatas, menyiapkan filter-filter khusus sehingga anda mendapatkan hasil yang terbaik. Jika anda telah menyukai pribadinya insyaAllah anda akan siap mengarungi samudra kehidupan ini bersama. Bukan bermaksud anti material sama sekali, karena ada anekdot mengatakan #emang bisa makan cinta# bahkan tak jarang menyebabkan pertengkaran dan sampai pembunuhan terjadi karena sang istri tak cukup diberi nafkah. Maka jadikan Materi hanya sarana pendukung namun wajib, gak perlu berlebihan, asal cukup aja. Pas mau beli rumah, cukup, mau beli kendaraan cukup, mau liburan cukup :D .

Akhir kata, Mungkin penulis tak se-Super Pak Mario Teguh, juga bukan pakar/profesor percintaan, tapi karena cinta adalah rasa yang bersifat individual, maka tiap-tiap kita adalah profesor cinta, yang boleh mendeskripsi dan transkripsi cinta sesuai dengan yang kita rasakan, dan tak boleh ada justifikasi dan intervensi disana. Pendapat saya mungkin salah atau kurang tepat bagi orang lain, tapi itu gak masalah. Silahkan aja…. karena anda bebas memilih untuk mencintai atau dicintai…..

Unyu – Unyu….

Hai Sob…. Kemarin ada teman yang lagi asik ngegendong anaknya yang sedang tidur… langsung aja aye samperin… “emaknya kemana???” tanya ku…. “lagi kerja” jawabnya… “wah…jadi bapak rumah tangga neh…” lalu kami tertawa saja…

Baca tulisan ini lebih lanjut

Bertanya Tentang Jodoh….

Dear Tuhan, aku ingin bertanya….

Aku sangat yakin Diri-Mu punya jawabannya

Apakah di naskah perjalanan hidupku Engkau telah menyediakan seseorang

Yang rela melalui hari-harinya bersama diriku yang hina dan nista ini???

Yang sabar dikala susah, rendah hati dan bersyukur jika berada

Yang tatkala memandang wajahnya sungguh meneduhkan,

senyumnya sungguh menenangkan dan membuat cair suasana

Kata-katanya bak puisi diiringi instrumentasi sendu tapi berkarakter

Membuat amarah menjadi luluh, membuat angkuh tertunduk lesu

Namun memperteguh keimanan karena tiap desah nafasnya adalah dzikir

Tangisannya membuat kekuatan untuk melindungi, menghilangkan rasa takut

Dear Tuhan, sungguh telah jemu aku meyakinkan mereka

Bahwa disuatu pertemuan waktu aku akan bertemu utusanmu itu

Tapi mereka tidak percaya….

Tapi aku percaya, dan itu membuatku tidak perlu khawatir

Pasti jika waktunya telah tiba, engkau akan menggerakkan hatiku dan hatinya

Seperti medan magnet berbeda yang saling tarik menarik

Walau jujur, aku pernah menitipkan nama kepada-Mu

Tapi itu bukan keharusan, tapi harapan….

Give me a sign….

Modifikasi….

Kemarin, aku ditelephon ama my brother…. dia itu suka iseng kalau udah nelphon pasti nanyainnya tentang kapan merried. Katanya dulu waktu kuliah aye yang paling mengebu2 minta di kawinin (kawin???). perasaan gak pernah-pernah deh…. itu kan Cuma biar ada bahan obrolan aja #ngeles.

Baca tulisan ini lebih lanjut