Negosiasi Cinta Part II

Oke, begini…. Seseorang siapapun itu bisa saja diajak bernegosiasi atau bahasa lainnya kompromi, untuk mendapatkan sebuah kesepakatan. Dalam hal cinta, anda bisa melakukannya juga. Misalnya, anda tertarik dengan seorang wanita/pria yang menurut anda ideal. Kemudian anda berusaha untuk mendekati dirinya dengan berbagai macam cara untuk menarik perhatian. Tapi kemudian, pada perjalanannya cinta anda belum atau bahkan sempat ditolak oleh sang kekasih. Lantas apa yang harus anda lakukan? Bunuh diri, gantung diri, lompat dari mall lantai 100, atau berdiri diatap KRL, dan terjun, atau berdiri di tengah2 jalan tol, atau minum bayg*n, atau menyayat2 urat nadi, dan yang lebih keren “harikiri dan harakanan”. Saya tidak menganjurkan hal-hal diatas, karena itu sama dengan “konyol”. Emang dengan melakukan hal2 tersebut akan membuat anda mendapatkan sang kekasih??? Saya rasa tidak, tapi kayaknya anda didatangi malaikat maut dan rekannya2 untuk dibawa ke salah satu pintu neraka. Karena anda telah menyia-nyiakan nyawa yang merupakan pemberian Sang Khalik dan telah berputus asa atas rahmatnya.

Maka yang perlu anda lakukan adalah ….. toret …. toret…. (bunyi terompet).

Bernegosiasilah dengan sang kekasih, Ngebrel-ngebrelah, tanya apa yang dia inginkan dan senangi, pernah liat gak iklan salah satu provider GSM dimana ada seseorang yang mengikuti isi status orang lain yang dia senangi lewat jejaring sosial media. Dia rela melakukan apa aja sesuai dengan status itu, saat sang kekasih menginginkan dan senang melihat cowok pake skinny jeans maka tanpa sungkan2 dia memakainya walau secara postur tubuh gak “pantes”. Bahkan saat sang kekasih senang melihat super hero maka dia juga bergaya bak superhero kesiangan, tapi akhirnya…. dia berhasil mendapatkan hati sang kekasih. Itu lah “pejuang cinta” sejati. Gak mudah menyerah dan putus asa. Menggunakan berbagai macam cara untuk cintanya.

Hati manusia itu bisa kok diluluhkan, asal kita benar2 telah berusaha sebaik mungkin. Menunjukkan perhatian kita, kesungguhan hati kita, apalagi ama yang namanya “wanita”. Gak adalah wanita didunia ini yang gak bisa diluluhkan, asal anda bisa meyakinkan si dia akan kesungguhan cinta anda. Bahkan jika dia memiliki kriteria-kriteria tertentu yang tidak anda miliki, itu semua bisa dilupakan saat melihat anda bersungguh-sungguh. Karena wanita pada dasarnya ingin dicintai, diperhatikan, dilindung, dan diayomi. Jadi ingat lagunya mas “Ari Lasso” yang berjudul “Rahasia Wanita”. Salah satu liriknya adalah “sentuhlah ia tepat dihartinya, dia akan jadi milikmu selama, sentuh dengan sepenuh cinta, buat hatinya terbang melayang”. Toh jika “takdir” menentukan lain, dan anda tetap ditolak maka ya sudahlah, berarti emang bukan jodoh kita. karena hanya “takdir” yang kita gak bisa menang melawannya. Dan ingat masih banyak rumput hijau yang lainnya kok….

bagi anda yang baru merancang untuk membangun sebuah perahu bernama “pernikahan” dan telah menemukan sosok yang tepat, maka anda perlu bernegosiasi tentang apa-apa yang ingin anda lakukan di kemudian hari, anda harus merancang “perahu” seperti apa yang ingin anda buat, hanya pakai dayung sebagai penggeraknya, atau makai layar, atau pakai mesin biasa, atau pakai mesin turbo jet, dan lain sebagainya. Setelah itu tentukan tujuan-tujuan yang ingin anda capai pada pernikahan anda, dan ingin endingnya dimana dan seperti apa. Itu perlu dilakukan agar anda dan calon pasangan anda tidak salah arah dalam mengarungi samudra kehidupan nantinya.

Dan Bagi anda yang telah memiliki pasangan (Suami/Istri) maka sering-seringlah melakukan negosiasi cinta. Karena jika hal itu tidak anda lakukan maka, anda harus siap-siap dihadapkan kepada perceraian/perselingkuhan/pertengkaran toh jika anda tetap bertahan hanya akan menyisakan ketersiksaan batin. Banyak pasangan yang lupa akan cintanya ketika saat mereka pacaran, atau janji-janji mereka sebelum menikah. Mungkin karena kebosanan juga datang melanda, sehingga ketika menemukan sesuatu yang baru kita mulai beralih kepada yang lain. Bentuk-bentuk negosiasi seperti apa yang harus kita lakukan??? Penulis sih blm menikah, tapi setidak-tidaknya dari hasil observasi dari orang-orang yang langgeng pernikahannya dan juga orang-orang yang akhirnya memilih berpisah. 1. Ingat-ingat kembali masa-masa indah saat kita dulu berpacaran (bagi yang berpacaran), atau bagi yang tidak, maka ingat perjuangan anda mendapatkannya. Dan jangan sungkan untuk mengulanginya kembali agar anda senantiasa teringat, misalnya dulu ketika pacaran anda senang makan disebuah tempat favorite, atau mengunjungi tempat-tempat tertentu yang berkesan, dsb. 2. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta anda kepada pasangan anda, tunjukkan perhatian anda, dan jangan pernah berubah dalam memberikan pujian-pujian kepada pasangan anda. 3. Buatlah diri anda semenarik mungkin, karena banyak orang-orang setelah menikah dan memiliki anak acuh dengan penampilannya. Dulu sering memakai wangi-wangian sekarang bau asap, minyak angin, kenyong-nyong, koyo dan temannya. Dulunya rajin berdandan dan merawat diri sekarang tampil “terlalu” natural. Sehingga kemungkinan besar pasangan anda melirik orang lain karena anda dengan penampilan yang “gak banget. 4. Perbaharui kembali komitmen anda, tujuan anda menikahinya, dan hal-hal lainnya sehingga anda akan berfikir satu juta kali untuk meninggalkan anda. 5. Ingatlah kembali jasa2 istri anda yang telah menyiapkan kebutuhan pokok lahir dan batih anda, mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan dan mendidik anak2 anda. Ingat juga jasa suami anda yang telah memberikan anda nafkah lahir dan bathin, kerja banting tulang peras keringat untk membeli rumah, kendaraan, perhiasan dan perabotan lainnya. Jangan menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepada anda. Dengan negosiasi2 diatas, InsyaAllah akan memperkecil ruang untuk anda mengalami hal-hal yang buruk. <<<end>>>

Negosiasi Cinta Part I

Kali ini tema kita masih seputar cinta. (Halah boi, bahasanmu boi…. tentang cinta mulu, emang lu dah menemukan cinta sejati lu Hah???) hehe, sabar ya frend…. nyari mutiara itu emang harus nyampe kedasar laut, mencari emas juga harus nambang di bukit dan gunung-gunung. jadi butuh waktu agak lama. cekidot!!!

Negosiasi Cinta….

Ada pertanyaan yang menggelitik, apa iya C.I.N.T.A itu bisa di negosiasi…. biasanya yang dinegosiasi itu kalau ingin membeli sesuatu atau menegosiasi terhadap apa-apa yang diinginkan (harapan) dengan apa-apa yang terjadi (fakta). Misalnya, seorang Mahasiswa bernegosiasi dengan dosen tentang nilai UASnya yang buruk, sehingga si Mahasiswa meminta kebijakan dari sang dosen untuk memberikannya kesempatan ujian perbaikan (HER) untuk memperbaiki nilai yang buruk tadi. Contoh lain ialah, ketika kita bernegosiasi tentang harga barang-barang yang ingin kita beli. Kita mencari kesepakatan untuk harga tersebut. Tentunya jika kita bisa sepakat, maka akan terjadi transaksi. Nah, mungkin itu cukup menggambarkan tentang definisi negosiasi secara sederhana. Lalu, bagaimana kita bernegosiasi tentang cinta??? Cinta itu sulit dimengerti, memiliki banyak makna, dan tidak ada yang berhak (menurut sy) menjudge definisi pasti akan cinta, jika cinta adalah kesenangan toh ada juga yang rela susah oleh cinta, jika cinta adalah kebahagiaan toh tak jarang memberikan penderitaan, jika cinta adalah kehidupan lalu kenapa ada yang memilih kematian untuk menyelesaikan permasalahan cintanya, ada yang rela disakiti itu juga atas nama cinta. So…. cinta menjadi relatif terhadap perspektif orang yang mendefinisikannya. Namun ada bebarapa hal yang kita sepakati, bahwa cinta adalah semangat untuk “berkorban”, mengerahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk memperjuangkan apa-apa yang kita cintai, waktu, harta, bahkan diri sendiri rela menjadi “tumbal”nya. Semuanya demi untuk menyenangkan sang tercinta. Adalah bohong jika kita mencintai seseorang lalu kita tidak mau berkorban untuknya. Misal, ada seseorang yang mengaku sedang jatuh cinta, namun dia ogah2an, gak pernah memberikan perhatian, gak pernah ngajak makan atau jalan bareng. Kalau itu sempat terjadi, saya meragukan cinta mereka, jangan-jangan mereka Cuma bersembunyi dalam kalimat-kalimat cinta untuk memenuhi nafsunya. Yang ada adalah seseorang yang ingin tampil baik jika ingin bertemu sang kekasih, memakai pakaian-pakaian bagus dan mahal, rambut climis dan atribut lainnya yang ingin meyakinkan sang kekasih bahwa iya tidak salah memilih. Bahkan orang yang sedang jatuh cinta rela berjalan menyusuri lorong-lorong kosong, hanya untuk melihat gang dan rumah sang kekasih. Itu sudah lebih dari cukup membuatnya bahagia. Contoh lain, misalnya kita mengakui mencintai sama orang tua, tapi tidak memberikan senyuman-senyuman bahagia untuk menyenangkan hati orang tua kita. Berbakti tanpa syarat. Dan yang gak boleh ditawar-tawar lagi adalah Cinta kita ama Pencipta kita, adalah bohong kalau kita mengaku cinta, tapi kita lalai dari semua perintah dan semua larangannya. Padahal, perintah dan larangan itu ibarat, panduan manual bagi kita, agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada kita, hampir mirip ketika kita membeli alat elektronik, motor, mobil atau barang-barang lainnya. Maka kita akan memperoleh buku panduan manual yang berfungsi mencegah, dan mengatasi (secara sederhana) masalah-masalah yang mungkin timbul, terhadap barang-barang tersebut. Sepaket dengan mencintai Pencipta kita adalah kita mencintai pembawa risalah-risalah dari Sang Pencipta kita. Adalah dia Rasulullah Muhammad SAW. Manusia pembawa pencerahan bagi alam semesta, dengan pribadi yang sederhana namun bersahaja, beliau adalah manusia paling pantas untuk menjadi contoh. Banyak hal yang bisa diceritakan tentang Pribadi  yang satu ini, ribuan mungkin juga sudah jutaan buku untuk sekedar menggambarkan sosok dirinya yang begitu luar biasa.

So, kali ini kita membicarakan tentang cinta yang lebih spesifik. sepasang insan manusia, yah… antara kamu dan aku, engkau dan dia….

Pada suatu saat, ada sebuah pesan singkat yang isinya lebih kurang berisi “kau telah memalingkan cintaku dari Rabb-ku”. Dikesempatan lain, ada orang yang begitu bahagianya mendapat pesan singkat dari seseorang yang bahkan belum ia kenal, dan baru hanya melihatnya sekali saja. Mungkin perjumpaan itu begitu berkesan dan membekas di hatinya. Bahasa kerennya adalah “cinta pada pandangan pertama”. Padahal itu Cuma pesan singkat biasa, tapi anehnya itu bisa menjadi ratusan bahkan ribuan rangkaian kata yang diekspresikan dengan senyuman bahagia. Bahkan lebih jauh lagi, dunia serasa dipenuhi bunga2 sakura yang berguguran dan kita tepat berada dibawahnya. Ahh, indah sekali.

Jadi apa hubungannya dengan negosiasi cinta???

<<<nyambung di Part 2>>>