Adventure at Curup Part 1


“Tiap Langkah bagi seorang adventure sejati adalah segalanya”

Hingar bingar kerjaan yang terus menuntut perhatian penuh sungguh menguras tenaga. Apalagi seorang “Newbe” seperti aq ini. konsentrasi penuh dan ketilitian yang selama ini aku abaikan kini aku ajak kembali berdamai. Yah, setidaknya aku cukup berhasil membujukknya kembali.dan jadilah aku agak “workholic” yang bingung ketika kerjaan sudah gak ada lagi, atau sehabis pulang kerja. paling banter dikostan kalau gak tidur, ya mengkhayal, setelah itu tidur lagi. kalau lapar, tinggal keluar aja car makanan. maklum… blm ada orang rumah (ini kata-kata seorang bapak ketika pulang dari mesjid). nah, kebetulan bangetkan, ada seorang teman yang ngajak kerumahnya. kebetulan beliau memiliki keluarga di “Curup” Kabupaten Rejang Lebong. udah lama banget tawaran ini datang, tapi selalu ku jawab dengan kata “nanti lah kapan-kapan”. hingga untuk sekian kalinya beliau menawarkan, dengan pasti ku jawab, insyaAllah deh. apalagi dengan kondisi yang telah disebutkan diatas. “curup” sebenarnya bukan tempat yang asing bagiku, setidaknya sudah tiga kali secara khusus aku berkunjung kesana, tapi blm pernah sih sampai menginap. kalau lewat-lewat aja sih udah amat sering…

oke…mari kita lanjut ceritanya…

Berbagai persipan pun tigelar (kayak gelar tikar aja). mulai dari persiapan mental (sudah ngebayangin indahnya curup), fisik (kali ini fisik perlu diperhatikan), dan finansial tentunya (200rb cukup ternyata), ehh.. ada lagi, pakean yang harus dibawa. tas ransel buluk (karena udah sering dipake tapi jarang banget dicuci). Celana keeper (checK), baju kaos (check), Singlet (check), dalaman (check),alat mandi (check). oke lets, go…

Perjalanan Kali ini agak beda dari yang biasanya, kali ini saya memilih transportasi pribadi (minjam tepatnya). kebetulan sekali teman itu menawarkan motornya untuk dipakai, dengan memikirkan resiko yang ada saya pun berangkat. memilih waktu tengah hari, karena biasanya klau udah kesorean bakalan ujan. tapi ini bener2 diluar kebiasaan. siang itu saya menatap kearah gunung dengan pandangan pesimis, wah bakal kehujanan neh ntar digunung. tapi karena semangat yang membara dan tekat yang sempurna, apapun resiko akan ditanggung.

yang dikhawatirkan pun akhirnya turun, untung sebelum berangkat, dibagasi ada mantel hujan… akhirnya aye memutukan menembus barikade hujan yang cukup teras itu (disinilah ngerasain adventurnya banget) dan kisahnya sebenarnya dimulai dari sini…

touring dengan motor memang menjadi impianku…. tp lait-liat motorya juga kali yah, biasanya yang di pake touring itu motor2 yang udah teruji kualitasnya. mungkin untuk menguji kualitas motor (pinjaman) tadi, aku rela untuk membuktikannya sendiri. dari merknya aja nih motor udah gak meyakinkan banget. Nozomi nama yang tertera gagah di mesin motor ini. (kayak tempat pengisian air minum kan), produk cina ini kabarnya sudah tidak diproduksi lagi (consumennya kurang kali yak). sayaydah sering banget pake nih motor, dan sebenarnya gak layak naik dan turun gunung, tapi demi ke “silaturahim” gak apa-apa deh (mulia banget nih orang). kombinasi dingin dari air hujan dan udara pegunungan pun menjadi efek yang luar biasa (untung punya natural shield dari lipid alias tumpukan lemak).
plus kabut yang luar biasa hingga jarak pandang pun menjadi terbatas. (jarak pandang 10-20 meter)… dan seperti raja jalanan (karena yang lain ntah kemana) menambah efek horor perjalanan kali ini. lengkaplah sudah… dengan kecepatan 30-50Km/H akupun menyusuri tiap tikungan demi tikungan tanjakan dan turunan hingga nyampe di kepahyang dan berhenti sejenak disana. pinggang pun dah sakit semua, apalagi bagian “dapur” begh… panasnya dan kebas gak ketulungan. itulah seninya travelling, sebenarnya bukan tujuan akhirnya yang mebuat seru, tapi bagai mana tiap moment perjalanannya itu yang buat berkesan. (udah dululah…. capek pun awak) ntar disambung ke session selanjutnya….

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: