Musibah atau Anugrah ???


Musibah atau Anugrah

Frend, pernah gak sih mikir dengan mendalam setiap yang kita lakukan, trus mikir apa yang kita sudah dapatkan. Udah pernah menganalisanya gak??? Itu musibah, atau anugrah sih bagi kita. Misalnya, bagi sebagian orang mendapatkan sebuah jabatan itu adalah anugrah dan patut disyukuri.

Tak jarang orang melakukan “selamatan” yang notabenenya ungkapan rasa syukur dari si pelaku. Namun, akhirnya dengan jabatan tersebut dia berlaku sewenang-wenang, menyalahgunakan jabatan untuk kepentingannya sendiri, atau sekelompok orang dan mendzolimi banyak orang lainnya.

Pada sisi lain, ada juga orang yang menangis dengan tersedu ketika mendapatkan posisi yang penting dan strategis. Di paruh malam, dan setiap waktu shalat dia menangis mengadukan nasibnya kepada Sang Pemilik Semesta, kemudian bertanya “apakah ini anugrahMu atau malah dengan hal ini Engkau mau menguji aku atau malah mau Menistakan ku Ya Rabb???”. Kenapa hal itu terjadi, tak lain dan tak bukan karena, dia khawatir tidak sanggup melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya, mengkhianati kepercayaan orang yang memilihnya atau bahkan dia takut terjerumus dengan semua “pesta pora” keinginan ingin dianggap lebih tinggi atau lebih penting, atau bahkan dengan jabatan tersebut akan menggadaikan jati dirinya, kejujurannya, sifat tawadhunya dan sifat-sifat baik lainnya.

Sementara ekspektasi orang terhadapnya begitu besar bahkan sangat besar. Padahal orang hanya melihat apa yang tampak saja, supervisial, mungkin kalau Sang Maha Pencipta membuka aibnya dan banyak kekurangan dirinya, mungkin orang akan pergi menjauh dengan memalingkan muka tanda murka. Disaat orang-orang berburu tempat yang basah, dia hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepada, tanda heran, kenapa orang-orang pada seperti ini? Kenapa orang-orang memperebutkan hal-hal yang tak pantas diperebutkan? Bahkan tak jarang memberikan “DP” terlebih dahulu, atau membuat “deal-deal” sebelumnya.

Tapi dengan santun dia berkata “sungguh aku tidak menginginkannya, jikalau pun tidak ada jalan lain dan terpaksa melakukannya itu demi memberikan kebaikan kepada orang lain yang itu akan menghantarkan pada keRidhaan Rabbnya. Dan menjalankan tugas yang diberikan semata, dan meminta agar senantiasa diingatkan agar tak melakukan kesalahan yang bisa membuat orang lain merasa dirugikan”.

Dari semua hal-hal yang terlihat anugrah atau musibah Yang paling membuat “ngeri” adalah, semua kenikmatan di dunia yang didapatkan itu bentuk “istidraj” atau penundaan dari Tuhannya, dan membuat kita semakin lalai dalam keburukan, menyangka anugrah padahal itu musibah. Semua kebaikan yang dilakukan hanya diberikan balasan di dunia berupa kekayaan, atau bentuk kesenangan lainnya, hingga membuat kita semakin lalai dan lupa bahwa, masih ada loh kehidupan akhirat. Apa bekal yang mau dibawa kesana jika semuanya dihabiskan di dunia. Atau Allah Azzawajalla” yang memberikan balasan kebaikan kita tunai di dunia tidak diakhirat.

Mungkin karena amalan kita mengandung RIYA, atau memang punya tujuan-tujuan tertentu selain Ridha Allah, sehingga Allah memberinya Kontan, tapi kita gak kebagian di akhirat. Jadi ingat sebuah hadits tersohor dari Baginda Rasulullah Muhammad SAW, bahwa amal tergantung dengan niat, jika niatnya untuk keRidhaan Allah, maka akan mendapatkan keRidhaan Allah, dan jika niatnya karena dunia atau wanita yang ingin di nikahi maka dia akan mendapatkan hanya sebatas itu saja.

Semua hal itu mengajarkan kita SATU hal, bahwa kita mesti berhati-hati dalam melangkah. Jangan sampai duri-duri kehidupan ini mengenai dan melukai kita, sehingga kita menyesal dan merasakan sakit pada akhirnya.

Ahh,mudah2an itu bukan sifatmu boi, kau bukan pengemis harta, jabatan, mungkin juga “wanita”. Kau hanya melakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan, biarkan penilaiannya mereka yang buat, tapi itu bukan acuanmu, karena “NILAI BAGIMU ADALAH NILAI YANG DIBERIKAN PENCIPTAMU” . KAU BEKERJA UNTUK RIDHANYA. DAN KAU HARUS SEDIH DAN MENANGIS TERSEDU-SEDU JIKA NILAIMU TAK CUKUP PANTAS UNTUK MEMASUKI ATAU LULUS MENUJU SYURGANYA”.

#sorry tema kali ini agak kaku dan terkesan serius, tapi semoga tetap memberi inspirasi dan semangat, bukan malah menakut-nakuti. penulis juga bukan orang sempurna, tapi berusaha memperbaiki diri#

“nikmat dan musibah itu sama2 sebuah ujian dr Allah,,,krn Allah tidak hanya menguji hambanya lewat musibah tp,,jg lewat kesenangan ataupun kenikmatan,,,” (mengutip kata-kata dari seorang teman)

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: