Negosiasi Cinta Part I


Kali ini tema kita masih seputar cinta. (Halah boi, bahasanmu boi…. tentang cinta mulu, emang lu dah menemukan cinta sejati lu Hah???) hehe, sabar ya frend…. nyari mutiara itu emang harus nyampe kedasar laut, mencari emas juga harus nambang di bukit dan gunung-gunung. jadi butuh waktu agak lama. cekidot!!!

Negosiasi Cinta….

Ada pertanyaan yang menggelitik, apa iya C.I.N.T.A itu bisa di negosiasi…. biasanya yang dinegosiasi itu kalau ingin membeli sesuatu atau menegosiasi terhadap apa-apa yang diinginkan (harapan) dengan apa-apa yang terjadi (fakta). Misalnya, seorang Mahasiswa bernegosiasi dengan dosen tentang nilai UASnya yang buruk, sehingga si Mahasiswa meminta kebijakan dari sang dosen untuk memberikannya kesempatan ujian perbaikan (HER) untuk memperbaiki nilai yang buruk tadi. Contoh lain ialah, ketika kita bernegosiasi tentang harga barang-barang yang ingin kita beli. Kita mencari kesepakatan untuk harga tersebut. Tentunya jika kita bisa sepakat, maka akan terjadi transaksi. Nah, mungkin itu cukup menggambarkan tentang definisi negosiasi secara sederhana. Lalu, bagaimana kita bernegosiasi tentang cinta??? Cinta itu sulit dimengerti, memiliki banyak makna, dan tidak ada yang berhak (menurut sy) menjudge definisi pasti akan cinta, jika cinta adalah kesenangan toh ada juga yang rela susah oleh cinta, jika cinta adalah kebahagiaan toh tak jarang memberikan penderitaan, jika cinta adalah kehidupan lalu kenapa ada yang memilih kematian untuk menyelesaikan permasalahan cintanya, ada yang rela disakiti itu juga atas nama cinta. So…. cinta menjadi relatif terhadap perspektif orang yang mendefinisikannya. Namun ada bebarapa hal yang kita sepakati, bahwa cinta adalah semangat untuk “berkorban”, mengerahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk memperjuangkan apa-apa yang kita cintai, waktu, harta, bahkan diri sendiri rela menjadi “tumbal”nya. Semuanya demi untuk menyenangkan sang tercinta. Adalah bohong jika kita mencintai seseorang lalu kita tidak mau berkorban untuknya. Misal, ada seseorang yang mengaku sedang jatuh cinta, namun dia ogah2an, gak pernah memberikan perhatian, gak pernah ngajak makan atau jalan bareng. Kalau itu sempat terjadi, saya meragukan cinta mereka, jangan-jangan mereka Cuma bersembunyi dalam kalimat-kalimat cinta untuk memenuhi nafsunya. Yang ada adalah seseorang yang ingin tampil baik jika ingin bertemu sang kekasih, memakai pakaian-pakaian bagus dan mahal, rambut climis dan atribut lainnya yang ingin meyakinkan sang kekasih bahwa iya tidak salah memilih. Bahkan orang yang sedang jatuh cinta rela berjalan menyusuri lorong-lorong kosong, hanya untuk melihat gang dan rumah sang kekasih. Itu sudah lebih dari cukup membuatnya bahagia. Contoh lain, misalnya kita mengakui mencintai sama orang tua, tapi tidak memberikan senyuman-senyuman bahagia untuk menyenangkan hati orang tua kita. Berbakti tanpa syarat. Dan yang gak boleh ditawar-tawar lagi adalah Cinta kita ama Pencipta kita, adalah bohong kalau kita mengaku cinta, tapi kita lalai dari semua perintah dan semua larangannya. Padahal, perintah dan larangan itu ibarat, panduan manual bagi kita, agar sesuatu yang buruk tidak terjadi pada kita, hampir mirip ketika kita membeli alat elektronik, motor, mobil atau barang-barang lainnya. Maka kita akan memperoleh buku panduan manual yang berfungsi mencegah, dan mengatasi (secara sederhana) masalah-masalah yang mungkin timbul, terhadap barang-barang tersebut. Sepaket dengan mencintai Pencipta kita adalah kita mencintai pembawa risalah-risalah dari Sang Pencipta kita. Adalah dia Rasulullah Muhammad SAW. Manusia pembawa pencerahan bagi alam semesta, dengan pribadi yang sederhana namun bersahaja, beliau adalah manusia paling pantas untuk menjadi contoh. Banyak hal yang bisa diceritakan tentang Pribadi  yang satu ini, ribuan mungkin juga sudah jutaan buku untuk sekedar menggambarkan sosok dirinya yang begitu luar biasa.

So, kali ini kita membicarakan tentang cinta yang lebih spesifik. sepasang insan manusia, yah… antara kamu dan aku, engkau dan dia….

Pada suatu saat, ada sebuah pesan singkat yang isinya lebih kurang berisi “kau telah memalingkan cintaku dari Rabb-ku”. Dikesempatan lain, ada orang yang begitu bahagianya mendapat pesan singkat dari seseorang yang bahkan belum ia kenal, dan baru hanya melihatnya sekali saja. Mungkin perjumpaan itu begitu berkesan dan membekas di hatinya. Bahasa kerennya adalah “cinta pada pandangan pertama”. Padahal itu Cuma pesan singkat biasa, tapi anehnya itu bisa menjadi ratusan bahkan ribuan rangkaian kata yang diekspresikan dengan senyuman bahagia. Bahkan lebih jauh lagi, dunia serasa dipenuhi bunga2 sakura yang berguguran dan kita tepat berada dibawahnya. Ahh, indah sekali.

Jadi apa hubungannya dengan negosiasi cinta???

<<<nyambung di Part 2>>>

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

2 Responses to Negosiasi Cinta Part I

  1. rachma vwee says:

    suka2 bahasanya dan cara penyampaiannya..apalagi di kalimat2 ini….

    Cinta itu sulit dimengerti, memiliki banyak makna, dan tidak ada yang berhak (menurut sy) menjudge definisi pasti akan cinta, jika cinta adalah kesenangan toh ada juga yang rela susah oleh cinta, jika cinta adalah kebahagiaan toh tak jarang memberikan penderitaan, jika cinta adalah kehidupan lalu kenapa ada yang memilih kematian untuk menyelesaikan permasalahan cintanya, ada yang rela disakiti itu juga atas nama cinta.

    nice writing….ditunggu tulisan2nya selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: