Haru


Haru

Beberapa hari ini saya memperhatikan ada rekan kerja yang sepertinya begitu terpukul akan keputusan atasan untuk menggantikan posisinya kepada orang lain. Bagai kesambar petir mungkin perasaan yang dirasanya. Sementara rekan lainnya yang ditunjuk sebagai pengganti juga kebingungan karena merasa tugas yang diberikan begitu berat. Saya juga sempat bingung bersikap seperti apa, mau ikutan sedih kah, atau malah bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Tapi hal itu tetap saja terasa aneh. pada waktu turunnya SK tersebut saya gak berani menatap langsung wajah beliau, namun dalam sekilas terlihat matanya yang memerah dan masih ada bekas-bekas air mata dipipinya. Wajahnya juga terlihat lusuh, sembab dan kebingungan, menunjukkan kesedihan yang mendalam. Dan sebagai rekan kerja yang baik saya tetap memberikan semangat kepada rekan kerja yang posisinya digantikan tersebut. Karena pada beberapa kesempatan beliau juga sering memberikan nasehat kepada saya, dan juga udah banyak membantu saya. Kemudian saya memberanikan untuk meng-SMS beliau. Isinya sebagai berikut :

“assalamualaikum, mbak saya gak tau harus bersikap apa, tapi sebagai adik saya Cuma mau bilang…. kan mbak juga sering mengingatkan menasehati saya ‘jabatan itu amanah’ jadi kalau yang menitipkan amanah itu mau mengambilnya kembali, ikhlaskan saja, saya juga teringat dengan kata-kata aa’ gym, kalau perihal dunia ini diletakkan ditangan saja. Jangan dihati, sehingga saat kita merasa merasa kehilangan kita bisa melaluinya. Saya berdoa moga Allah SWT memberikan ganti yang lebih baik dari ini, dan memberi mbak kekuatan untuk melaluinya. Bumi Allah SWT masih sangat amat luas. Rezeki kita juga udah ada masing-masing. Jadi gak bakal ketuker. Maaf kalau kata-kata saya menyinggung dan terkesan menggurui. Sama sekali tidak ada maksud seperti itu. Wassalam. By theghozz”

Sms yang panjang banget kan? Ngetik diHPnya aja capek, belum capek mikir kata-kata yang tepat. Kadang aku berfikir, umur masih seperempat abad tapi kok pemikiran udah 40 tahunan, untung wajah masih 17an. Haha. (Boong Banget!)

Kronologi kejadian: Sebenarnya hari rabu (18/1) saya udah mendapat kabar duka tersebut, karena pada awalnya saya adalah orang yang dianggap mampu untuk menggatikan beliau, sehingga waktu atasan menawarkan (lebih tepatnya memerintahkan) saya untuk mengisi post tersebut namun saya meminta waktu untuk berfikir, karena bisa dipastikan saya akan merasa gak enak hati, karena udah ngambil job orang lain yang kebetulan orang tersebut cukup berjasa bagi saya. Penolakan juga sudah saya utarakan, dengan mengatakan “kenapa tidak diberi kesempatan untuk satu periode lagi??? Saya juga kurang suka dengan kerjaan yang rutin, saya senang dengan kerjaan yang merangsang otak buat mikir, mengkonsep, menciptakan yang gak ada menjadi ada” namun alasan tersebut tidak bisa menggoyahkan pendirian atasan tersebut, sehingga saya kembali mengatakan “saya minta waktu berfikir dan mau konsultasi dengan orang tua karena bagi saya restu atau ridhonya orang tua itu akan membuat perjalanan hidup saya akan berkah. toh jika tidak ada opsi untuk menolak dan saya tetap ditunjuk maka saya akan menjalankan laksana pajurit yang diperintahkan komandan untuk memimpin pertempuran (cieileee, bahasa mu boi). Siap sedia dan memberikan kemampuan terbaik yang saya punyai. Saya pun diberikan waktu 1 hari untuk berfikir.

Sore harinya saya mulai mengaktifkan modus “TM” dan bersiap untuk menelphon orang tua, setelah saya jelaskan kepada mereka secara detail, dan konsekuensi yang mungkin terjadi maka mereka mensupport apapun pilihan saya, tak lupa saya juga minta didoakan. Pada 2/3 malamnya saya bermunajat kepada yang Mpunya diri ini, Zat Maha Kuat, Sang Khalik untuk mengadukan permasalahan saya, saya mengambil opsi melakukan shalat Istiqharah dan kayaknya itu untuk pertama kalinya (kedua kalinya untuk menentukan jodoh kayaknya, haha). Karena saya emang dalam posisi “nothing to lose” alias pasrah. Memohon kiranya biar Allah Azzawajalla saja yang memberikan pilihan terbaiknya bagi saya dan doa sakti pun keluar “Ya Rabbi, jikalau menempati posisi itu baik bagi hamba, maka berikanlah hamba kekuatan untuk melaksanakannya, dan jika Kau merasa itu buruk bagi Hamba maka gantilah dengan yang lebih baik bagi hamba dari padanya”. Tanpa terasa air mengalir begitu saja membasahi pipi (dasar cengeng lu).

Frend, menyerahkan pilihan terbaik kepada Allah itu merupakan seatu hal yang luar biasa. Karena bukankah Dia yang menciptakan kita? Yang memberikan dan mengatur Rezeki kita? Sehingga Dia-lah yang lebih tau apa yang terbaik buat kita. Dalam sebuah Ayat AlQuran Surat Al-Baqarah ayat 216 “……, tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Jadi gak ada salahnya kalau kamu memiliki masalah dalam menentukan pilihan, maka sebaik-baik tindakan yang kamu lakukan adalah menyerahkan masalah tersebut kepada Allah SWT dan biarkan DIA juga yang menentukan terbaik bagi kita. Tapi emang bener2 bingung dan pasrah yang, kalau di persentasikan 50 : 50, kalau kita udah condong pada satu pilihan maka shalat sebanyak apapun hasilnya akan sama, kita akan memilih yang memang kita condong padanya. (itu kata ustadz di sebuah pengajian).

Dan…… tara…. keesokan harinya saatnya penentuan sikap, semalam juga udah mikir jawaban yang tepat untuk sang atasan. Nunggu-nunggu dipanggil dengan perasaan cemas, tapi kok gak dipanggil2, sampe saya lihat tuh para atasan lagi berdiskusi alot, dan salah satu atasan lain (bukan yang menawari job diatas) yang “cukup saya kagumi karena kinerjanya walau berbeda keyakinan dengan saya, agak cerewet tapi bentuk cerewet itu saya terjemahkan bahwa dia sangat care dengan bawahan, sama kayak orang tua kita yang sering memarahi kita, bukan karena benci tapi lebih ke-sayang dan memberikan teladan yang baik” menyamperin saya, dan berkata bahwa saya tidak jadi dipilih karena saya masih dibutuhkan buat kerjaan yang lain. Sehingga saya dirasa kurang pas kalau ditempatkan di post itu. Ahh, ini tandanya, doa saya terkabul, jawaban atas kekhawatiran. Dengan perasaan saya tersenyum dan berkata Alhamdulillah. Dan sebagai gantinya dipilihlah orang yang lebih kapabel dan lebih baik dari saya (menurut mereka). Yang penting saya gak jadi terpilih…. yiihaa….

Beberapa hari berselang, tepatnya hari senin (24/1), SK pun turun dari Direktur, dan terjadilah apa yang terjadi (seperti diawal tulisan). Saya juga memberikan wejangan wejangan kepada rekan yang baru saja ditunjuk agar bekerja lebih baik lagi dan lebih teliti lagi. Jangan sampai mengecewakan orang-orang yang telah percaya dan memilihnya. Jangan mengulangi kesalahan yang mungkin pernah terjadi sebelumnya. Semuanya bisa dipelajari asal mau belajar.

Kesimpulan :

  1. Siapkan diri kita untuk setiap kondisi yang mungkin terjadi pada diri kita. Luaskan hati kita seluas Danau, maka segenggam garam masalah yang menimpa kita hanya akan berasa hambar, namun jika luas penampang hati kita Cuma seluas cangkir, maka bersiaplah untuk merasakan asin bahkan pahitnya segenggam masalah yang kita hadapi. Arif lah dalam mensikapinya.
  2. Jangan pernah Khianati kepercayaan orang yang telah mimilih anda, anda harus bekerja lebih baik lagi atau paling tidak sama dengan kinerja sebelumnya.
  3. Setiap pilihan yang kita hadapi sebaiknya kita meminta restu orang tua dan meminta petunjuk kepada Sang Khalik untuk memilihkan yang terbaik bagi kita.
  4. Sesuatu hal yang baru emang membuat kita kadang merasa gak sanggup untuk melakukannya, tapi yakinlah jika mau belajar pasti akan mudah pada akhirnya.
Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: