Antara “Ghoz” dan “Zali” Part II


Masuk zaman sma, palinggilan kelik sudah jarang di dengar, di masa2 ini, panggilannya berubah menjadi “ghozali”. Emang masa sma itu masa yang paling berkesan dan berbunga-bunga, sangkin berkesannya tak ada satupun yang ingat, karena tiap momentnya begitu berkesan. Haha, tapi ada denk, kisah yang menggemparkan satu sekolah, bahkan kelas lain pun pada tau kejadian ini (lebai). Waktu itu ghozali diangkat menjadi ketua kelas I-2, dan sampai ke kelas II-2 masih menjabat sebagai ketua kelas, sebagai ketua kelas yang baik, harus menjaga “wibawa”nya kepada siswa yang lainnya. Tubuhnya mungkin paling ramping diantara teman-temannya yang lain yang sebenarnya gak pantes lagi jadi anak sma (pantesnya jadi tukang pukul, sumpah gede banget). Tapi karena wibawanya dia tetap dipercaya oleh teman-temannya dan nurut banget dengan apa yang dia arahkan kepada mereka. Ketua kelas ini memiliki sekretaris yang begitu amat sangat cerewetnya sehingga bukan berfungsi sebagai partner dalam menjalankan tugas-tugas kelas, malah jadi seperti tom n jerry yang sering banget adu mulut, dan itu mengundang perhatian rekan-rekan yang lain dan menjuluki mereka sebagai pasangan “GOMEL” alias Ghozali – Melda (nama sang sekretaris). Walau cerewet sebenarnya anaknya baik, Cuma ya itu gak tahan aja kalau udah dengar kicauannya.

Si ketua kelas yang berwibawa ini pun sangkin wibawanya pernah suatu kejadian lucu terjadi, karena waktu itu celana smanya udah kekecilan, ketua kelas yang sengaja duduk paling belakang ini, membuka sebagian (hampir seluruh sih), kacing pengait celana dan retsletingnya. Karena yang duduk dibelakang cowok semua jadi aman. Hehe, tapi naasnya waktu itu ada guru yang menyuruh kedepan kelas, dengan tergopoh-gopoh dia segera menarik retsleting dan mengaitkan kancing celananya, ternyata itu menarik perhatian sebagian teman-teman yang duduk dibelakang dan telah mengetahui “kebiasaannya” ini. Haha, emang gokil nih bocah. Sampe sekarang kalau diingat-ingat kejadian itu sungguh bikin tertawa.

Masuk ke dunia kampus, anak manja ini memilih untuk merantau ke sebuah negeri yang tak pernah terbayang sebelumnya. Bahkan menurut rumornya daerah yang paling sering masuk busser, karena banyak sekali kasus kriminalnya. Sore hari Waktu pengumuman SPMB, si ghozali mengecheck nomor ujian dan mensearchingnya diantara orang-orang yang lulus. Ternyata ada, wah… begitu bahagianya dia memperoleh hasil tersebut, setelah dicek ternyata yang lulus adalah kode jurusan pilihan kedua yakni kesehatan masyarakat – Universitas Sriwijaya. Padahal pengennya sih pilihan pertama yakni FK Universitas Riau. Tapi walau begitu sujud syukurpun tak dilupakannya. Dari anak yang manja, ghozali yang memutuskan untuk merantau ini menjadi anak yang bermetamorphosis menjadi sosok yang begitu mandiri (Makan, mandi sendiri). Sempat ada keraguan dari orang tuanya apakah dia bisa bertahan, karena sebelumnya anak rumahan banget dan juga agak penakut. Nah, pada awalnya panggilan ghozali masih populer, tapi setelah itu, ntah karena keengganan, atau terlalu panjang ada teman yang hanya memanggil dengan kata depannya saja “ghozz”, bahkan ada yang memplesetkan menjadi “ghost” bahkan “ghozilla”, ampun bangetkan , wajah se imut ini disamakan seperti “hantu” atau makhluk menyeramkan hasil mutasi radiasi nuklir. Tapi gak apalah, yang penting hatinya kan baik. Hehe. Hmm, kalau diingat-ingat hal yang paling berkesan ialah dulu bersama seorang teman yang berasal dari bangka, berdua mereka udah sejoli banget, wanda namanya…. pertama bertemu di Bank BNI kampus Unsri Indralaya, ni anak Cool dan berkharisma banget, ternyata dia juga anak bungsu yang merantau, jadi seperti ada kontak batin jadilah kami bersahabat, kebetulan satu kampus juga. Bersama mereka sering melakukan konspirasi-konspirasi untuk menyesatkan mahasiswa-mahasiswa kejalan yang benar. Yang paling heboh adalah mereka berhasil membuat seorang mahasiswi yang sangat angker sifatnya, memakai “jilbab” padahal si mahasiswi orang yang paling “anti” dengan Jilbab. Mereka menyamar sebagai Nur Huda, mengirimkan sms-sms berisi ajakan untuk mengenakan jilbab sebagai identitas seorang muslimah, dan ternyata berhasil, si mahasiswi sih sempat curiga pada mereka, tapi penyamaran akhirnya terbongkar, tapi si mahasiswi sudah menerima dengan baik, malah bersyukur sudah di sesatkan ke jalan kebaikan. Hehe. Banyak kekonyolan2 lain yang mereka lakukan bersama, diantaranya membicarakan kisah-kisah masa2 sma dulu, dimana masih malu-malu dengan yang namanya cinta. Pernah juga kelakuan aneh bin ajaib yang masih ingat sampe sekarang, kalau ada “akhwat” (sebutan untuk anak perempuan yang make jilbab selebar gorden) atau yang bikin sakit lainnya maka mereka memakai kode arah jam. Misalnya arah jam 3, berarti sang target beradi disebelah kanan mereka, kalau jam 6 berarti di belakang, jam 9 berarti sebelah kiri dan kalau arah jam 12 berati tepat didepan mereka dan begitu seterusnya. Kacau beliau lah pokoknya, hehe, itu mungkin yang menyebabkan sampe sekarang mereka belum menikah, karena banyak yang dilihat, jadi susah untuk menentukan. Tapi sekarang mereka terpisah jarak dan waktu (untung belum beda alam).

Dan sekarang udah kerja, panggilan-pangilan itu masih bervariasi, ada yang manggilin “ghuzz” dengan ntah apa sebabnya. Yang paling parah ada rekan kerja yang manggil “gali”, ntah apa juga dasarnya, tapi mungkin mereka teringat dengan judul lagu “galih dan ratna” atau juga saat melihatnya seperti melihat tukang “gali” kuburan. Hihihi, horor.

Tapi ada yang gak berubah dari si ghozz ini, ialah dari SD ampe udah kerja gini masih aja di suruh orang baca doa waktu upacara. Ntah apa mereka begitu percayanya mereka, bahwa kalau dirinya yang doa bakal dikabulkan (padahal blm tentu kan???). Mungkin karena tampangnya rada-rada mirip ustadz kali yak, jadi kalau liat tampangnya bawaannya ingat akhirat aja. Haha, begitulah setiap orang punya sisi lain yang unik  untuk diceritakan. Ya udahlah, ini bukan menceritakan aib, tapi sekedar flash back aja, bagaimana proses methamorphosis si Ghoz dan zali (udah kayak kupu-kupu aja). Semoga bisa buat tersenyum dan menjadi inspirasi bagi anda. <<<end>>>

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: