Kepolosan


Kepolosan dari seorang bocah sering membuat hati menjadi terenyuh. Hati yang terbakar emosi menjadi padam. Ya, kepolosan, ketulusan seorang bocah…. mampu menjadi sihir yang ampuh untuk menenangkan jiwa. Beruntunglah mereka yang telah memiliki anak-anak sebagai penyejuk hari, pelipur lara. Bahkan tak jarang, kita berharap terus bisa menjadi bocah, tanpa beban, jujur apa adanya, bermain sesukanya, berantam sejenak kemudian baikan dan tertawa bersama lagi. Ahh, ingin rasanya segera memiliki, andai bisa membeli.

Dulu, kita seperti apa ya waktu bocah? Merepotkan? Menyenangkan? Menggemaskan?…. memory yang tersisa adalah, waktu ketika ibu mengajak ke pasar untuk membeli keperluan pokok, aku malah sibuk menangis minta dibelikan mainan mobil-mobilan tanpa pernah berfikir, apakah saat itu ibuku memiliki uang yang cukup? Namun karena ingin menghentikan tangisan ku, mungkin dia menghemat belanjanya untuk memberikan banyak senyuman kepada ku. Hmmm, aku baru mengerti sekarang, belum terlambat untuk memberikan senyuman balasan dibibir mereka. Mungkin tidak semuanya, tidak pula sebagian, tapi hanya titik, beberapa titik.

Kepolosan itu tidak bisa direkayasa. Dia berasal dari kejernihan hati dan terpancar lewat rona wajah dan gerak tubuh. Tidak semua anak memilikinya. Hanya anak-anak yang memang di didik dengan baik dengan pola asuh yang benar yang bisa memilikinya. Pola asuh yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Sayangnya sebagian besar anak-anak Indonesia sudah terkontaminasi. Sehingga kepolosannya tidak tulus. Bahkan, tak jarang berkeliaran dijalananan untuk meminta-minta, miris melihatnya.

Mungkin dikalangan bocah, sangat mudah kita temukan kepolosan. Namun, pernahkan anda melihat itu di sebaya anda??? Remaja yang beranjak dewasa. Innocent, aku pernah melihatnya di suatu persilangan waktu. Ketulusannya begitu meneduhkan. Pandangannya begitu meluluhkan. Kepolosan dimasa-masa kita adalah akhlak yang baik. Melakukan kebaikan, tanpa mengharap apapun. Kecuali balasan dari Sang Khalik. Menjaga dirinya dari orang-orang yang tidak berhak. Berinteraksi dan bergaul seadanya. Mungkin bagi orang lain, ini bentuk kekakuan, kolot, cupu atau apalah bahasa menyudutkan lainnya. Tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kepolosan adalah sesuatu yang membuat saya, anda, kita tertarik.

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: