Mudiks Yuks


Kerinduan terulang kembali, moment-moment menjelang mudik menjadi begitu saat yang paling medebarkan. Hati, pikiran dan jasad mulai terpisah. Konsentrasi menurun drastis. Dan berbagai persiapan dilakukan. Mulai dari persiapan fisik dan mental dan yang tak kalah penting adalah finansial. Apalagi buat anak rantau seperti saya. Yang jika dikalkulasi penghasilan dan pengeluaran adalah sama. Yah, sama…. walaupun begitu tetap saja ada recehan yang tersisa dan dikumpulkan buat mudik. Yah, semua orang yang merantau merindukan satu kata ini “MUDIK”. Moment tahunan mungkin beberapa tahunan.

Gambar

Bahkan sampai terbawa2 ke mimpi. Ahh, udah sekitar setahun tidak berjumpa wajah2 yang mulai dimakan usia, tubuh renta dan sakit-sakitan, namun masih saja disibukkan oleh urusan anak-anaknya. Walaupun kadang kalam jarang menyapa, jasad tidak hadir, tapi ikatan hati masih terjalin sangat baik. Ayah dan Ibu, Kakak, Abang, dan Adik. Tak ada kerinduan yg lebih besar dari pada berkumpul bersama mereka. Walaupun kadang jika bersama banyak khilaf dan salah terbuat.

Kerepotan yang terjadi menjadi kenikmatan tersendiri. Mulai dari mencari tiket mudik yang kalau sudah menjelang lebaran itu tidak bersahabat dengan kantong seorang pegawai negeri sipil Daerah golongan III.a. mungkin beda kalau di Kementerian Keuangan seperti Gayus yang udah punya aset milyaran dengan golongan yang sama. Dan akhirnya memilih harga yang paling murah, yaitu naek bus. Bahkan kalau ada yang lebih murah lagi ya pastinya diambil. Masih bujangan ini, bersakit2 dikit demi bertemu mereka yang dicintai yah gak apa-apa kan. pembuktian cinta sih kata orang-orang. Hahaha (padahal emang budget terbatas).

Lalu, keriuwehan di dalam bus pun sudah terekam dengan baik. Memory mudik tahun lalu menjadi gambaran yang masih sangat jelas. Mulai dari Bus yang jarak seatnya berdekatan, lalu supir culas yang menaikkan penumpang melebihi kapasitas, hingga kondisi bus yang tidak layak lagi. AC-Toilet hanya sekedar menjadi tulisan pemanis karena terasa dinginnya dan pengapnya orang yang merokok di dalam, dan jalanan mau ketoilet yang sudah dipenuhi manusia dengan bangku-bangku tempelnya. Belum lagi kalau terjadi mogok dan pecah ban, maka setiap kejadian itu memakan lebih kurang waktu dua jam.Gambar

Tapi itu semua terbayar dengan lunas kok, ketika kaki menginjakkan kampung halaman tercinta. Menyatu kembali dengan suasana rumah yang sederhana namun begitu menenangkan. Kembali lagi mencicipi masakan keluarga yang meskipun jauh dari kata sempurna, namun memiliki tempat tersendiri dilidah, nafsu makan bertambah dan berat badanpun ikutan. J . Bercengkrama dengan hangat tentang masa depan yang menyongsong, dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan memiliki kenangan tersendiri. Silaturahim pun terjalan kembali. Ahh, mudik…. bawalah aku segera bertemu dengan mereka yang sedang menantiku dengan bahagia…..

Theghozz (13/08/2012).

Iklan

Perihal theghozz
Aku adalah Penduduk Akhirat yang sedang melancong kedunia, sehingga waktuku tidak banyak. Setiap detiknya ada kesempatan emas yang sangat berharga, bagiku waktu yang telah berlalu sangat jauh walaupun seditik dan masa yang akan datang begitu dekat menghampiri....

2 Responses to Mudiks Yuks

  1. tyas says:

    Like this (y) especially for the pict hahaha.. Btw2 ndak usah iri sama bang GT hahahaha kenal juga nggak 😀 udah jalan hidup dia dan sdh diniatin masuk pen*ara *piss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: